Pengolahan Limbah Industri Medis

16/07/2012Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat berjanji akan terus menangani pengolahan limbah industry medis , bahan berbahaya dan beracun (b3) sisa medis sesuai aturan. Pengolahan limbah yang menjadi bagian dari fungsi sanitasi rumah sakit itu dinilai tidak boleh lepas dari pengawasan.
“Kita pasti perhatikan pengolahan limbah industry medis itu ya, agar jika semua berjalan sesuai aturan, tugas dan kerja Dinkes juga bisa lebih tenang,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten Bandung Barat Pupu Sari Rohayati, Senin (12/3/12).
Sebelumnya diberitakan, sebuah rumah sakit umum daerah (RSUD) di pinggiran Jakarta dikabarkan telah abai dalam menangani limbah B3 medis jenis padat. Limbah yang seharusnya ditangani pihak professional dan tidak boleh berada di sembarang lingkungan itu mampu lolos ke lingkungan bebas. Bahkan, dikabarkan seorang bocah berhasil tertangkap kamera saat sedang bermain-main dengan limbah padat B3 sisa medis yang berbahaya itu. Kemungkinan, proses ozonisasi bisa menjadi solusi.
Proses ozonisasi telah dikenal lebih dari seratus tahun yang lalu. Proses ozonisasi atau proses dengan menggunakan ozon pertama kali diperkenalkan Nies dari Prancis sebagai metode sterilisasi pada air minum pada tahun 1906. Penggunaan proses ozonisasi kemudian berkembang sangat pesat. Dalam kurun waktu kurang dari 20 tahun terdapat kurang lebih 300 lokasi pengolahan air minum menggunakan ozonisasi untuk proses sterilisasinya di Amerika.
Dewasa ini, metode ozonisasi mulai banyak dipergunakan untuk sterilisasi bahan makanan, pencucian peralatan kedokteran, hingga sterilisasi udara pada ruangan kerja di perkantoran. Luasnya penggunaan ozon ini tidak terlepas dari sifat ozon yang dikenal memiliki sifat radikal (mudah bereaksi dengan senyawa disekitarnya) serta memiliki oksidasi potential 2.07 V. Selain itu, ozon telah dapat dengan mudah dibuat dengan menggunakan plasma seperti corona discharge.
Melalui proses oksidasinya pula ozon mampu membunuh berbagai macam mikroorganisma seperti bakteri Escherichia coli, Salmonella enteriditis, Hepatitis A Virus serta berbagai mikroorganisma patogen lainnya (Crites, 1998). Melalui proses oksidasi langsung ozon akan merusak dinding bagian luar sel mikroorganisma (cell lysis) sekaligus membunuhnya. Juga melalui proses oksidasi oleh radikal bebas seperti hydrogen peroxy (HO2) dan hydroxyl radical (OH) yang terbentuk ketika ozon terurai dalam air. Seiring dengan perkembangan teknologi, dewasa ini ozon mulai banyak diaplikasikan dalam mengolah limbah cair domestik dan industri.
Di Kabupaten Bandung Barat, terdapat dua RSUD, yakni RSUD Cililin dengan tipe C dan RSUD Lembang dengan tipe D. Pupu mengungkapkan, meskipun belum sepenuhnya beroperasi, namun, penanganan limbah sudah dijadikan salah satu bagian penting seiring dengan pembangunan fasilitas lainnya sejak awal proses pembangunan.
Kapasitas pengolahan limbah juga telah disesuaikan menurut ketentuan yang berlaku. Untuk pengolahan limbah industri medis jenis cair, telah dibuat sejumlah tangki pengolahan yang kebutuhannya disesuaikan dengan kebutuhan. Pengolahan limbah industri medis itu ditangani melalui Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) rumah sakit tersebut
© copyright Wastec International 2012. All rights reserved.
Online Support:
flag english
Powered by Inti Karya Teknologi